31 December 2011

Mereka Tak Lagi Berharap pada SBY.

 JAKARTA - Konflik lahan kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Para petani yang dibenturkan dengan perusahaan-perusahan kerap dirugikan karena banyak lahannya yang tersebut dicaplok perusahaan.
Aksi demi aksi pun mereka lakukan, salah satunya yang dilakukan oleh puluhan petani yang tergabung di Serikat Tani Nasional. Sabtu (31/12/2011) malam ini, jelang pergantian tahun mereka kembali hadir di Gedung DPR RI.
Acara di gedung wakil rakyat ini mereka jadikan wahana untuk menyuarakan perjuangan hak-haknya yang tercabik. Di depan gedung wakil rakyat para petani juga merayakan malam pergantian tahun bersama. Terbesit banyak harapan di benak mereka dalam aksi tersebut.
Kamil, salah satunya petani asal Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau ini berharap di tahun 2012 kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. "Mudah-mudahan hidup saya lebih baik di tahun mendatang," ujar Kamil di depan gedung DPR, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).
Tidak hanya itu di tahun mendatang Kamil juga mengharapkan PT RAPP sebuah perusahaan kertas yang selama ini berkonflik dengan petani di wilayahnya, segera angkat kaki dari Pulau Padang. "Harapan kami itu perusahan RAPP angkat kaki. Kami selama ini tidak ada perusahaan itu tetap sejahtera," jelas Kamil.
Kehadiran PT RAPP kata Kamil sangat merugikan dirinya, keluarga dan ratusan petani lain. Betapa tidak, daerah gambut yang belakangan menjadi sumber penghasilannya dengan seenaknya diambil begitu saja tanpa ada kompensasi yang jelas. "Lahan diambil, kami makan darimana, hidup darimana," jelas Kamil.
Uluran tangan pemerintah pun sangat ditunggu Kamil. Dengan mimik wajah penuh pengharapan ia berharap ada modal yang dikucurkan bagi petani seperti dirinya. "Bantulah masyarakat ini, bantulah kelompok tani, biar makmur untuk pertanian karet, sawit atau perikanan," jelasnya.
Lalu apa harapan Kamil di tahun 2012 untuk Presiden SBY?petani sawit ini rupanya sudah hilang asa kepada SBY. Dirinya sudah tidak percaya lagi kepada kepala negara yang diusung Partai Demokrat tersebut.
"Enggak percaya lagi sama SBY, korupsi tidak pernah tuntas, pengangguran tidak pernah tuntas sekian tahun, petani selalu kekurangan,"jelasnya.
Kegeraman kepada SBY juga keluar dari mulut petani asal Riau bernama Sari Dewi. Pria tua ini mengaku sudah tidak ada yang bisa diharapkan dari Presiden SBY dan antek-anteknya. "Pak SBY dengarlah sekali teriakan kami, jangan kau tuli," pungkasnya.

Sumber: www.tribunnews.com

0 comments:

Post a Comment